Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tilang Elektronik

  • Whatsapp
Hal-Hal-yang-Perlu-Diketahui-Tentang-Tilang-Elektronik
Foto dari Canva Photos Unlimited

Sudahkah Anda mendengar tentang tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-LTE)? Sistem tilang secara elektronik ini resmi dilakukan di Jakarta sejak 2018. Sistem ini sangat praktis karena secara otomatis dapat mendeteksi pelanggaran yang dilakukan para pengguna jalan. Terkait sistem yang baru ini, Anda perlu memahami setiap hal yang berkaitan dengan itu.

Informasi Penting Tilang Elektronik

Sistem otomatis untuk penilangan atas pelanggaran berkendara ini memang sangat membantu. Penertiban yang dilakukan pemerintah ini harus dipahami agar Anda semakin tertib dalam berkendara dan berhati-hati demi keselamatan bersama di jalan raya. Berbagai info penting terkait e-LTE ini sangat beragam mulai dari jenis pelanggaran hingga konsekuensi jika tidak bayar denda.

1. Jenis Pelanggaran Tilang Elektronik

Beberapa jenis pelanggaran yang dapat terpantau CCTV cukup banyak karena memang didesain agar dapat menangkap semua tindak pelanggaran. Jenis pelanggaran tersebut adalah golongan ringan ke berat.

Beberapa di antaranya adalah pelanggaran plat nomor ganjil genap, pelanggaran rambu-rambu, pelanggaran batas kecepatan, pelanggaran jalur busway, pengendara melawan arus, menerobos lampu lalu lintas, dan tidak mengenakan helm atau sabuk pengaman.

Bahkan, mengoperasikan ponsel saat berkendara, membonceng lebih dari satu, menaikkan atau menurunkan penumpang dengan berhenti di sembarang tempat, serta pelanggaran tata cara parkir dan berhenti, juga termasuk dalam catatan pelanggaran.

2. Titik Pemasangan Kamera CCTV

Pemasangan kamera CCTV untuk memantau pelanggaran para pengguna jalan dilakukan secara merata. Beberapa titik pemasangannya adalah di jalan raya dekat rambu lalu lintas, jalan tol, area parkir, dan jalur busway di setiap koridor.

3. Cara Kerja Tilang Elektronik

Sistem tilang canggih ini mempunyai cara kerja praktis. melalui pemasangan kamera CCTV di titik tertentu, pengamat lalu lintas di kepolisian akan mengetahui laporan hasil rekaman CCTV tersebut sepanjang waktu. CCTV dapat memperlihatkan jenis pelanggaran dan jenis kendaraan, hingga mengidentifikasi nomor registrasi kendaraan bermotor melalui nomor plat kendaraan.

Dengan jaringan fiber optik yang berkecepatan tinggi, CCTV bisa melaporkan itu semua dan mengirimnya langsung lewat jaringan ke database pengamat. Hasil data tersebut diverifikasi oleh pihak pengamat kepolisian, kemudian petugas mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan sesuai nomor registrasi kendaraan.

4. Konsekuensi Jika Denda Tidak Dibayarkan

Setelah dilakukan pengiriman surat tilang tersebut ke pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas, pengendara terkait harus membayarkan denda yang ditentukan. Apabila tidak segera dibayar, maka STNK diblokir. Akibatnya, pengendara tidak dapat memperbaharui pajak tahunan. Jika pajak tahunan tidak terbayar dalam dua tahun berturut-turut, maka data kendaraan dihapus.

Itulah sistem tilang elektronik yang tengah diterapkan kepolisian untuk menertibkan para pengguna jalan. Sistem ini harus dipahami agar Anda tetap selamat dan semakin menghargai peraturan berkendara demi keselamatan bersama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *